Genymotion : Emulator Android

Artikel kali ini saya akan menunjukkan bagaimana melakukan instalasi Genymotion paling populer, mudah & cepat.

Genymotion adalah emulator Android berbasiskan VirtualBox, sekalipun demikian tidak mengharuskan Anda untuk menginstal VirtualBox (akan tetapi akan lebih baik jika Anda telah menginstalnya karena sudah satu paket dengan installer yang tersedia). Selain itu, Genymotion dapat meniru perangkat tertentu dan memungkinkan Anda untuk menginstal aplikasi / menjalankan / melakukan tes. Kelebihannya lagi VirtualBox adalah cross-platform yang kompatibel dengan berbagai Sistem Operasi, Genymotion akan bekerja pada Windows, Mac dan juga Linux.

Virtual images yang tersedia dan dapat diunduh: Android 4.1.1, 4.2.2 and 4.3, 4.4.4, 5.0.0, 5.1.0, 6.0.0 (with x86 support): Galaxy Nexus, Nexus 10, Nexus 4, Nexus 5, Nexus 5X, Nexus 6, Nexus 6P, Nexus 7, Nexus 7 2013, Nexus 9, Nexus One, HTC Evo, HTC One, HTC One X, LG Optimus L3 II, Moto Droid Razer, Moto X, Moto Xoom, Galaxy Note, Galaxy S2, Galaxy S3, Galaxy S4, Xperia Z, Xperia Y, WXGA 10.1” Tablet dan WSVGA 7.0” Tablet;
1. Networking: Ethernet (mengemulasi koneksi Wifi).
2. GPS (dapat diset koordinat) dan baterai (dapat dikonfigurasi level) .
3. Display: OpenGL hardware acceleration, multiscreen, full screen.
4. Genymotion shell memperbolehkan interaksi dengan VM menggunakan command-line.
5. Tersedia ADB.
6. Plugin untuk Eclipse and Android Studio.

Kebutuhan sistem :
1. Kartu grafis dengan OpenGL 2.0 dan up-to-date driver
2. VT-x / AMD-V CPU, serta tersedia pengaturan BIOS
3. Minimal 2GB RAM memory
4. Minimal 100MB free space pada Hard Drive untuk instalasi Genymotion
Minimal 2GB free space untuk deploy setiap perangkat virtual Genymotion. Kemungkinan akan membutuhkan lebih dari 8GB bergantung pada pilihan perangkat virtual dan aplikasi yang diinstal didalamnya.
5. Koneksi Internet (untuk instalasi dan update)
6. Resolusi minimal 1024 x 768 pixels

Download dan Install  Oracle Virtual Box:
Windows
Cara termudah adalah mengunduh genymotion yang telah sepaket dengan VirtualBox
Mac OS X
Menuju ke halaman unduh VirtualBox dan dapatkan berkas Mac OS X .dmg. Buka .dmg dan jalankan installer, ikuti langkah instalasi selanjutnya. Setelah selesai, reboot.
Linux
Cek repo: hampir semua GNU/Linux memiliki paket installer untuk VirtualBox. Jika tidak atau butuh instalasi versi yang spesifik, unduh VirtualBox tersendiri.

Instalasi Genymotion

Untuk memulai, anda harus menuju ke situs Genymotion dan melakukan pendaftaran akun baru. Anda akan dapat mengunduh instaler setelah selesai melakukan pendaftaran.
1. Menuju ke laman pendaftaran Genymotion
2. Pada form pendaftaran, isikan dengan informasi personal.
3. Klik tombol “SIGN UP”
4. Anda akan menerima validasi melalui E-mail. Klik pada tautan validasi untuk menyelesaikan validasi.
5. E-mail berikutnya registrasi anda telah komplit.
6. Selanjutnya jalankan Genymotion, akan muncul pop-up pertanyaan, tambahkan perangkat virtual pilih YES.
"Add a virtual device" popup

7. Lakukan login untuk mengakses pilihan perangkat.
"Credentials" window

8. Pilih salah satu perangkat lalu klik Next.
"Available virtual devices" list

9. Klik “Start” untuk menjalankan perangkat yang telah dipilih sebelumnya.
Virtual device main window

Selamat mencoba 🙂

Amatir Fotografi untuk Reportase PB

Memberikan laporan baik pada saat bencana berlangsung maupun setelahnya dan pada saat kegiatan PB berakhir merupakan salah satu tugas krusial yang tidak bisa ditinggalkan. Dengan kecanggihan teknologi tidak ada lagi bentuk laporan yang sederhana dan hanya berupa tulisan. Laporan awal yang singkatpun sekarang disertai dengan gambar dan dikirim langsung melalui aplikasi chatting. Kali ini penulis akan berbagi mengenai tips reportase fotografi yang memenuhi syarat minimal untuk dapat digunakan sebagai bahan laporan.

(1) Gunakan Moda Auto, untuk amatir akan lebih mudah menggunakan moda ini kamera akan secara otomatis menentukan konfigurasi sesuai dengan pembacaan sensor terhadap kondisi lingkungan.
(2) Moda landscape untuk menggambarkan situasi yang lebih lebar dan bukan untuk fokus terhadap satu obyek. Moda ini memiliki keunggulan untuk reportase karena pengguna kamera tidak perlu menentukan fokus sehingga momen dapat diambil dengan cepat. Hasilnya tidak ada perbedaan kedalaman (depth of field) antara obyek satu dengan yang lain. Dalam bahasa amatir semua obyek terlihat fokus.
(3) Mengambil gambar lebih dari satu untuk setiap momen. Jangan sia-siakan momen, karena hanya ada sekali dalam setiap tindakan.
(4) Meminta perbaikan pose jika dapat dilakukan.
(5) Atur jarak dengan obyek, beri ruang untuk cropping (pemotongan area pada gambar) agar foto dapat menyesuaikan dengan format susunan gambar pada pelaporan.
(6) Jika ada kesempatan senggang segera hapus foto gagal atau foto yang tidak memiliki nilai dalam reportase karena sisa ruang penyimpanan akan dapat digunakan untuk momen lainnya dengan sesegera mungkin.
(7) Yang terpenting pelajari kamera yang digunakan, fitur dan kecanggihannya tidak akan muncul begitu saja apabila berada di konfigurasi yang salah.

Beberapa contoh foto yang diambil pada kegiatan PB Erupsi Gunung Bromo 2010 dapat dilihat pada link  >> klik disini <<

Fotografer reportase diharapkan dapat menghasilkan foto yang bercerita tanpa harus ditulis keterangannya secara mendetil. Di situasi PB yang hanya memberikan peluang kecil untuk momen dapat terulang kembali setidaknya tips diatas dapat menjadi panduan bagi rekan yang berada di arena PB, baik sebagai TRC (Tim Reaksi Cepat), Tim DALA (Damage and Lossess Assesment) ataupun fungsi dokumentasi.

Sistem Komando Tanggap Darurat PB

Apa yang akan terjadi pada saat bencana? Pada situasi darurat sering terjadi kesimpangsiuran informasi yang akan mempersulit upaya penanggulangan bencana (PB). Pelaksanaan PB terkesan lambat, kurang merata dan sulit terpantau, mungkin lebih cocok bila dikatakan penanganan yang sporadis. Kurangnya koordinasi antar instansi terkait dalam pelaksanaan PB sehingga terjadi tumpang tindih atau bahkan ada daerah-daerah yang tidak tertangani. Selain itu munculnya posko-posko tanggap darurat yang tidak resmi dan bahkan banyak pula posko-posko yang tidak ada aktivitasnya tapi bendera lembaganya terpancang megah. Oleh karena itu perlu adanya institusi yang menjadi pusat komando tanggap darurat PB.

Tanggap darurat adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana. Tahapan keadaan darurat bencana meliputi Siaga Darurat, Tanggap Darurat dan Transisi ke Pemulihan.

Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana adalah suatu standar penanganan darurat bencana yang mengintegrasikan pengerahan fasilitas, peralatan, personil, prosedur dan komunikasi dlm suatu struktur organisasi.

Komando tanggap darurat bencana adalah organisasi penanganan tanggap darurat bencana yang dipimpin oleh seorang Komandan dan dibantu oleh staf komando dan staf umum, memiliki struktur organisasi standar yang menganut satu komando dengan mata rantai dan garis komando yang jelas.

Staf Komando adalah pembantu Komandan Tanggap Darurat Bencana (KTDB) dalam menjalankan tugas kesekretariatan, hubungan masyarakat, perwakilan instansi/lembaga serta keselamatan dan keamanan.

Staf Umum adalah pembantu KTDB dalam menjalankan fungsi utama komando untuk bidang operasi, bidang perencanaan, bidang logistik dan bidang peralatan serta bidang administrasi keuangan untuk penanganan tanggap darurat.

Dalam masa tanggap darurat ini dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut (1) Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan dan sumber daya, (2) Penentuan status keadaan darurat bencana, (3) Penyelamatan dan evakuasi masyarakat yang terkena bencana, (4) Pemenuhan kebutuhan dasar, (5) Perlindungan terhadap kelompok rentan, dan (6) Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.

Hal-hal yang terkait dengan tanggap darurat meliputi kemudahan akses dalam pengerahan SDM, peralatan dan logistik; kemudahan akses berupa komando dan sistem komando; pos komando tanggap darurat; pos komando lapangan tanggap darurat; dan penyusunan rencana operasi tanggap darurat.

Dengan adanya pemahaman yang baik terhadap Sistem Komando Tanggap Darurat PB diharapkan setiap personil BPBD mengerti tugas dan fungsinya masing-masing untuk berbaur dengan sistem secara otomatis dikala tanggap darurat diberlakukan. Dan tidak kalah penting memberikan masukan untuk kebaikan dan perbaikan PB sehingga di masa mendatang tidak lagi terjadi PB dengan cara sporadis. (DA)

Lebih lanjut tentang Sistem Komando Tanggap Darurat PB dapat dipelajari di Perka BNPB Nomor 10 Tahun 2008, dapat diunduh pada link berikut ini >> klik disini <<